Cara Kerja Incinerator

Cara Kerja Incinerator pembakaran sampah mempunyai cara kerja sesuai dengan teknologi incinerator tersebut.

Cara Kerja Incinerator dengan Single Burner

Incinerator single burner dioperasikan dengan menggunakan alat satu unit burner (alat pembakar). Insinerator single buner terdiri dari satu Chamber (ruang bakar), burner (alat pembakar), blower udara, alat penangkap debu (scrubber), cerobong asap, tangki minyak, bak sirkulasi air, thermocouple atau sensor suhu, limit switch pintu, dan panel papan contol.  Kedalam ruang bakar inilah diarahkan nyala api burner untuk membakar limbah, dengan ditambah udara supaya proses insinerasi terjadi.

Sebelum terjadi proses insinerasi, limbah yang dibakar harus sudah dipilah sesuai dengan syarat syarat limbah yang bisa dan dianjurkan dibakar. Selain itu ukuran limbah/sampah harus lebih kecil supaya permukaan limbah yang dibakar lebih luas dan benda yang dibakar cepat menguapkan air akhirnya limbah cepat kering. Untuk mempercepat proses insinerasi dianjurkan kadar air dalam limbah harus rendah artinya sampah harus cukup kering (atau kadar air limbah 10% atau lebih kecil).

Sebelum limbah dimasukkan kedalam chamber (ruang bakar), incinerator harus sudah dalam kondisi ready, semua bagian bagian incinerator dapat bekerja sesuai fungsinya, lalu bisa dilakukan proses warming-up atau pemanasan. Dengan menyalakan burner tanpa ada limbah diruang bakar sampai mencapai suhu sekitar 400 DegC. Tujuannya adalah untuk mengkondisikan suhu ruang bakar agar limbah yang dibakar nantinya mudah menyala.

Setelah suhu mencapai minimum 400 DegC di dalam ruang bakar, limbah baru bisa dimasukkan kedalam ruang bakar. Limbah harus ditimbang lebih dahulu sesuai dengan jumlah yang diisyaratkan, dan tentunya isi dari ruang bakar harus diperhatikan supaya ruangan kosong dalam ruang bakar harus memadai dalam proses insinerasi.

Incinerator burner

Penyalaan (alat pembakar) burner secara penuh baru dapat dilakukan setelah pintu pengumpanan sampah ditutup. Waktu pembakaran harus dicatat supaya pengumpanan limbah berikutnya dapat dilakukan atau dilanjukan setelah semua limbah terbakar. Dengan melihat kondisi ruang bakar melalui lubang intip (peephole) maka dapat diketahui apakah sudah bisa dilanjutkan pengumpanan berikutnya. Siklus waktu bakar dapat berlangsung sekitar 25 sampai 40 menit tergantung jenis limbah dan kadar air limbah yang dibakar. Temperatur ruang bakar pada saat insinerasi adalah sekitar 600 sampai 1000 derajat Celcius tergantung dari bahan yang dibakar. Jika bahan yang dibakar (limbah) mempunyai nilai kalori tinggi diatas 10,000 kcal/kg dan kering tentu ruang bakar dapat mencapai 1000 degC saat insinerasi.

Gas yang keluar dari ruang bakar pertama akan disalurkan melalui pipa ducting ke bagian Penangkap Partikel/Debu (Scrubber) yang berbentuk cyclon. Gas yang masuk ke cyclon akan berputar didalamnya berbentuk efek sentifugal, sehingga benda partkulat yang berat jenis lebih besar akan mengumpul di tengah dan akan menuju ke bawah, sementara gas yang ringan akan naik ke cerobong. Saat gas naik ke cerobong, siraman semburan air berbentuk payung akan menangkap partikel debu yang lebih ringan yang terbawa aliran gas. Gas yang sudah bersih akan keluar melalui cerobong, sementara debu atau partikulat yang tertangkap oleh siraman air akan dialirkan kedalam tangki sirkulasi. Didalam tangki sirkulasi inilah debu akan difilter dan diendapkan secara natural. Hasil endapan debu berupa lumpur, nantinya akan dikeringkan dan dibakar ulang dan selanjutnya hasil pembakaran bersama debu pembakaran limbah dapat dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Setelah selesai proses pembakaran incinerator maka dilakukan cooling-down (proses pendinginan) pada ruang bakar. Burner tetap hidup blowernya supaya alat pembakar tidak rusak karena arus overflow (angin balik), yang masuk kedalam internal part burner. Penurunan temperatur sampai temperature 60DegC, baru blower bisa dimatikan. Hasil pembakaran berupa debu sekitar 2%-15% di ambil dari ruang bakar dengan menggunakan sekop dan ditimbang lagi dan setelah didinginkan dapat dimasukkan kedalam drum debu sampah.